Bagi banyak pasangan, garis dua di testpack adalah momen yang paling ditunggu-tunggu.
Namun, jika Anda dan pasangan sudah aktif berhubungan intim selama satu tahun tanpa kontrasepsi tetapi belum juga dikaruniai kehamilan, ini saatnya untuk melakukan infertilitas workup atau pemeriksaan kesuburan.
Mendengar kata "pemeriksaan kesuburan" mungkin terdengar menakutkan dan membingungkan.
Padahal, prosesnya sangat terstruktur. Mari bedah alur pemeriksaan dan penanganan infertilitas dari Smart Fertility Clinic agar Anda dan pasangan punya gambaran yang jelas dan tidak salah arah.
Sebelum menentukan program hamil (promil) yang cocok, dokter spesialis obgyn akan melakukan investigasi menyeluruh melalui tiga pemeriksaan utama:
Dokter akan memeriksa sisa tabungan sel telur pada istri melalui USG transvaginal atau tes darah (AMH).
Jika hasil tes menunjukkan cadangan sel telur sudah sangat menipis atau fungsi ovarium menurun drastis, dokter tidak akan membuang waktu.
Anda akan langsung disarankan masuk ke program Bayi Tabung (IVF) agar sel telur yang tersisa bisa segera diselamatkan.
Ingat, masalah kesuburan bukan hanya tentang wanita. Pihak suami juga wajib melakukan analisis sperma untuk mengecek jumlah, bentuk (morfologi), dan kemampuan berenang (motilitas) sperma.
Jika hasil analisis menunjukkan kualitas sperma sangat tidak memungkinkan untuk membuahi secara alami, dokter akan langsung merekomendasikan program IVF (Bayi Tabung) tanpa perlu mencoba metode alami atau inseminasi.
Dokter akan memastikan apakah jalan yang dilalui sel telur dan sperma aman atau tersumbat. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan lewat prosedur bernama HSG (Hysterosalpingography).
Baca juga: Tips Memilih Klinik Bayi Tabung di Jakarta
Setelah hasil pemeriksaan di atas keluar, peta perjalanan Anda akan terbagi menjadi dua jalur utama, tergantung pada kondisi organ reproduksi Anda:
1. Melalui Jalur Operasi (Surgery)
Operasi (biasanya tindakan minimal invasif seperti laparoskopi) hanya dilakukan jika dokter menemukan hambatan fisik tertentu, seperti:
Nyeri panggul kronis yang mengganggu.
Hidrosalping (saluran telur tersumbat dan membengkak karena berisi cairan).
Kista Endometrioma Besar (kista cokelat) yang berpotensi merusak jaringan ovarium.
Apa setelah operasi? Setelah hambatan fisik dibersihkan melalui operasi, tubuh Anda akan diberikan waktu 6 hingga 18 bulan untuk mencoba hamil secara alami (spontan).
Jika dalam kurun waktu tersebut kehamilan belum terjadi, perjalanan akan dilanjutkan ke tahap program bayi tabung.
2. Tanpa Operasi (Langsung Terapi Hormon)
Jika tidak ditemukan masalah fisik darurat seperti di atas, atau jika Anda baru saja melewati masa tunggu pasca-operasi namun belum hamil, Anda akan masuk ke jalur ini:
Anda akan diberikan terapi hormon menggunakan GnRH analogues selama 3–6 bulan untuk mengistirahatkan dan mempersiapkan rahim serta sel telur.
Langkah terakhir dan paling efektif adalah menjalani program IVF (Bayi Tabung) atau ICSI (menyuntikkan satu sperma terbaik langsung ke dalam sel telur di laboratorium).
Baca juga: Manfaat Program Bayi Tabung di Semarang
Kunci utama dari keberhasilan program hamil adalah waktu. Alur di atas dibuat agar pasangan tidak terjebak dalam tebak-tebakan medis.
Dengan mengetahui kondisi cadangan sel telur, kualitas sperma, dan kesehatan saluran telur sejak dini, dokter dapat memotong kompas langsung ke solusi terbaik, apakah itu cukup dengan operasi kecil, atau harus langsung ke program bayi tabung.
Jika Anda dan pasangan sudah memenuhi kriteria untuk periksa, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Smart Fertility Clinic. Langkah awal yang cepat adalah investasi terbaik demi menjemput sang buah hati.
Ditinjau oleh: dr. Andy Wijaya, Sp.OG, M.Kes