Banyak yang mengalami kegagalan program bayi tabung sehingga kehilangan harapan untuk menimang buah hati. Padahal keberhasilan program tersebut sangat ditentukan dari kesiapan dinding rahim untuk terjadinya proses pembuahan. Tahapan Optimalkan Kondisi Rahim Untuk Proses Bayi Tabung Kondisi rahim yang siap dan optimal untuk proses pembuahan umumnya mempunyai beberapa ciri khusus. Diantaranya adalah mempunyai ketebalan yang ideal (sekitar 7-8 mm), bebas gangguan kesehatan rahim dan mempunyai tekstur yang bagus. Adapun tahapan dan langkah yang bisa membantu mengoptimalkan kondisi rahim diantaranya yaitu : Pemeriksaan medis Biasanya sebelum dilakukan penanaman embrio, dokter akan melakukan pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi rahim siap dan prima. Salah satu metode yang dilakukan adalah hiteroskopi dengan menggunakan kamera kecil untuk melihat secara langsung sekaligus memperbaiki kelainan yang ada di rongga rahim. Baca juga: Penyebab Program Bayi Tabung Gagal Gaya hidup sehat Anda juga bisa mengusahakan kondisi rahim yang sehat dan siap untuk program IVF dengan menerapkan gaya hidup sehat. Diantaranya dengan cara berolahraga secara teratur, lakukan manajemen stress dan diet dengan konsumsi menu bernutrisi tinggi. Mempunyai pola makan yang sehat bisa membantu proses penebalan dinding rahim secara alami. Terapi pasca transfer embrio Langkah yang terakhir adalah setelah ditanamkannya embrio, dimana masa tersebut menjadi masa menunggu yang penting. Pada masa tersebut usahakan untuk beristirahat dengan cukup dan hindari paparan suhu yang ekstrem seperti mandi sauna atau berendam air panas. Patuhi jadwal minum obat untuk menguatkan rahim dan hormon yang diberikan oleh dokter spesialis kandungan. Pastikan dengan benar bahwa proses penyiapan rahim untuk program bayi tabung berjalan dengan benar sesuai rencana. Konsultasikan program tersebut dengan dokter spesialis kandungan Anda untuk mendapatkan hasil terbaik. Frequently Asked Questions Sebutkan pantangan apa saja yang wajib dihindari untuk dapatkan keberhasilan pembuahan? Hindari makanan tinggi gula, alkohol, makanan kemasan, ikan tinggi merkuri dan fast food. Adakah pantangan setelah melakukan embrio transfer? Hindari aktivitas berat, alkohol, rokok dan paparan suhu panas berlebihan setelah transfer embrio. Apa penyebab embrio tak berhasil menempel pada rahim? Biasanya disebabkan kondisi rahim belum optimal, kelainan kromosom embrio atau kualitas sel telur dan sperma yang kurang baik. Adakah cara untuk tingkatkan peluang keberhasilan embrio menempel pada rahim? Peluang bisa ditingkatkan dengan pola hidup sehat, cukupi asupan cairan dan elektrolit, hindari stress dan hindari melakukan diet yang ekstrem. Oleh: dr. Ni Made Desy Suratih, SpOG, Subsp. FER